Slamet02’s title


VSAT
July 17, 2008, 5:27 am
Filed under: coba

Apa Itu VSAT or Teknologi Satelite ?

Perkembangan Teknologi Informasi saat ini sangat cepat yang diimbangi dengan perubahan bisnis perusahaan, dimana saat ini setiap perusahaan atau institusi menggunakan suatu solusi IT contohnya saja penggunaan TI dalam bidang Komunikasi Data. Ada banyak perusahaan baik yang menjadikan IT sebagai senjata utama atau hanya sebagai tools menggunakan komunikasi data untuk mengintegrasikan sistem mereka dalam satu jaringan yang terpusat. Secara Garis besar teknologi Komunikasi data dapat dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu komunikasi data berbasis Satelite, Wireless, dan Teresterial. Penjelasan berikut penulis mencoba untuk menjelaskan beberapa teknologi yang digunakan dalam komunikasi data.



==Mengenal POP3==
April 9, 2008, 4:49 am
Filed under: jarkom

Mengenal POP3

Oleh : Slamet

Tentu kita sering bertanya, sebenarnya proses apa saja yang terjadi saat kita ‘berbicara’ dengan sebuah server POP3. Pada tulisan ini akan dibahas bagaimana kita dapat ‘berbicara’ dengan server POP3 dengan menguraikan tahap-tahap yang terjadi pada hubungan antara POP3 server (pada contoh dibawah disingkat dengan huruf S) dengan POP client (disingkat dengan huruf C). Selain itu juga akan diberikan beberapa contoh penggunaan perintah POP3 oleh client untuk mengakses mail-nya yang masih ada di server (mail milik client yang masih berada di server pada tulisan ini akan disebut sebagai maildrop).

Seperti sudah dibahas pada tulisan sebelumnya, pada saat kita berkomunikasi dengan server POP3 maka kita akan melalui tiga tahap yaitu tahap AUTHORIZATION, TRANSACTION dan UPDATE. Dibawah ini akan diuraikan proses-proses yang terjadi, perintah yang digunakan oleh client dan jawaban yang diberikan oleh server pada masing-masing tahap tersebut.

Tahap AUTHORIZATION

Pada tahap ini, sekali hubungan TCP telah dibuka oleh sebuah POP3 client, maka POP3 server akan memberikan satu baris greeting (kata pembuka). Contoh :

S: +OK POP3 server ready

Sesi POP3 sekarang berada pada tahap AUTHORIZATION. Pada tahap AUTORIZATION ini, client harus memperkenalkan dan membuktikan dirinya pada POP3 server. Dua mekanisme yang mungkin pada proses ini adalah dengan menggunakan kombinasi perintah USER dan PASS dan menggunakan perintah APOP.

Untuk pembuktian menggunakan kombinasi perintah USER dan PASS, client pertama kali harus memberikan perintah USER. Jika POP3 server menjawab dengan indikator status positif (“+OK”), maka client dapat memberikan perintah PASS untuk melengkapi proses pembuktian ini atau perintah QUIT untuk mengakhiri sesi POP3. Jika POP3 server menjawab dengan indikator status negatif (“-ERR”) pada perintah USER, maka client dapat memberikan sebuah pembuktian baru (dengan nama user yang baru) atau memberikan perintah QUIT. Ketika client memberikan perintah PASS, POP3 server menggunakan pasangan argument dari perintah USER dan PASS untuk menentukan apakah client dapat diberikan akses pada mail yang semestinya.

Setelah POP3 server menentukan bahwa client tersebut memang dapat diberikan akses pada mail yang semestinya, POP3 server kemudian akan mengunci akses khusus ke mail tersebut, yang diperlukan untuk mencegah pengubahan dan penghapusan mail sebelum sesi memasuki tahap UPDATE. Apabila proses penguncian telah berhasil, POP3 server akan menjawab dengan indikator status positif dan sekarang sesi memasuki tahap TRANSACTION tanpa ada mail yang diberi tanda akan dihapus. Jika maildrop tersebut tidak dapat dibuka karena beberapa alasan (sebagai contoh, client ditolak untuk mengakses maildrop yang semestinya, tidak dapat melakukan proses penguncian, atau maildrop tidak dapat diuraikan), POP3 server akan menjawab dengan indikator status negatif. Jika proses penguncian berhasil tapi POP3 server bermaksud untuk menjawab dengan indikator status negatif, POP3 server harus melepaskan penguncian terlebih dahulu untuk menolak perintah. Setelah menjawab dengan sebuah indikator status negatif, server dapat menutup hubungan. Jika server tidak menutup hubungan, client dapat memberikan perintah USER dan PASS yang baru dan memulai lagi hubungan dengan server atau memberikan perintah QUIT.

Setelah server POP3 telah membuka maildrop, server kemudian akan memberi nomor pada setiap mail, dan mencatat ukuran tiap mail dalam octets (bytes). Mail pertama dalam maildrop akan diberi nomor mail “1″, yang kedua diberi nomor mail “2″, dan seterusnya, sehingga mail ke-n akan diberi nomor mail “n”. Dalam perintah dan jawaban POP3, semua nomor mail dan ukuran mail di tulis dengan bilangan desimal (basis 10).

Dibawah ini akan dibahas mengenai perintah-perintah POP3 yang dipakai pada tahap AUTHORIZATION :

¨ USER [nama_user]

Perintah ini hanya bisa digunakan pada tahap AUTHORIZATION. Argumen [nama user] harus diberikan untuk mengidentifikasi user.

Jawaban server :

+OK name is a valid mailbox

-ERR never heard of mailbox name

Contoh :

C: USER wandi

S: +OK Password required for wandi

¨ PASS [password]

Perintah ini juga hanya bisa digunakan pada tahap AUTHORIZATION setelah pemberian perintah USER berhasil . Argumen [password] diperlukan oleh server untuk membuktikan kebenaran identitas user. Karena perintah PASS hanya memiliki sebuah argumen, maka server membolehkan karakter spasi pada password dan menganggapnya sebagai bagian dari password tersebut.

Jawaban server :

+OK maildrop locked and ready

-ERR invalid password

-ERR unable to lock maildrop

Contoh :

C: USER wandi

S: +OK Password required for wandi

C: PASS rahasia

S: +OK wandi has 9 messages (1200 octets)

C: USER wandi

S: +OK Password required for wandi

C: PASS rahasias

S: -ERR Password supplied for “wandi” is incorrect.

¨ QUIT

Perintah QUIT digunakan untuk mengakhiri sesi hubungan dengan POP3 server dan dapat dipakai pada tahap AUTHORIZATION dan tahap UPDATE. Perintah ini tidak membutuhkan argumen. Jika perintah QUIT ini digunakan pada tahap AUTHORIZATION maka hubungan akan berakhir tapi tidak memasuki tahap UPDATE.

Jawaban server :

+OK

Contoh :

C: QUIT

S: +OK POP server students.itb.ac.id signing off

Tahap TRANSACTION

Pada saat client telah berhasil membuktikan kebenaran identitasnya pada POP3 server dan POP3 server telah mengunci akses khusus dan membuka maildrop milik client tersebut, maka sesi hubungan POP3 sekarang berada pada tahap TRANSACTION. Pada tahap ini client dapat memberikan sebarang dari perintah-perintah POP3 dibawah ini secara berulang-ulang. Setelah tiap-tiap perintah yang diberikan, POP3 server akan memberikan jawaban, sampai client memberikan perintah QUIT dan sesi memasuki tahap UPDATE. Dibawah ini adalah perintah-perintah yang dapat diberikan pada tahap TRANSACTION :

¨ STAT

Perintah STAT yang merupakan singkatan dari Status, digunakan untuk menampilkan informasi mengenai maildrop yang kita miliki. Perintah ini tidak memerlukan argumen dan hanya bisa digunakan pada tahap TRANSACTION . Satu baris jawaban yang diberikan oleh server yang berisi informasi tersebut biasa disebut sebagai drop listing. Jawaban positif yang diberikan server berisi +OK” dan diikuti oleh spasi, jumlah mail dalam maildrop , spasi, dan ukuran maildrop dalam bilangan oktal.

Jawaban server :

+OK {jumlah_­mail besar_maildrop}

Contoh :

C: STAT

S: +OK 5 1200

¨ LIST [nomor_mail]

Perintah LIST digunakan untuk menampilkan informasi tentang salah satu atau semua mail yang berada di maildrop yang kita miliki. Perintah ini hanya dapat digunakan di tahap TRANSACTION. Argumen yang digunakan pada perintah ini tidak harus diberikan. Jika argumen (yang berisi nomor mail) diberikan maka POP3 server akan memberikan satu baris jawaban positif yang berisi tentang informasi mail tersebut. Jika argumen tidak diberikan maka server akan memberikan jawaban positif dan diikuti oleh baris-baris informasi semua mail yang ada di maildrop. Informasi yang diberikan ini biasa disebut scan listing, dan terdiri dari nomor mailnya, diikuti spasi dan ukuran mail tersebut dalam bilangan oktal. Perlu diingat bahwa mail-mail yang sudah diberi tanda akan dihapus, tidak akan ditampilkan.

Jawaban server :

+OK {jumlah_mail besar_maildrop}

-ERR no such message

Contoh :

C: LIST

S: +OK 5 messages (1200 octets)

S: 1 250

S: 2 190

S: 3 280

S: 4 220

S: 5 260

S: .

C: LIST 2

S: +OK 2 190

C: LIST 10

S: +ERR no such message, only 5 messages in maildrop.

¨ RETR [nomor_mail]

Perintah RETR yang merupakan singkatan dari Retrieve, digunakan untuk mengambil mail dari server. Perintah ini hanya bisa digunakan pada tahap TRANSACTION. Argumen [nomor mail] dibutuhkan untuk memberitahu server mail yang akan diambil. Jika server memberikan jawaban positif, jawaban yang diberikan terdiri dari beberapa baris. Setelah permulaan +OK, POP3 server akan mengirimkan mail sesuai dengan nomor mail yang diminta.

Jawaban server :

+OK {ukuran mail}

-ERR no such message

Contoh :

C: RETR 3

S: +OK 280 octets

S: {POP3 server mengirimkan seluruh isi mail disini}

S:.

¨ DELE [nomor_mail]

Perintah DELE yang meupakan singkatan dari Delete, digunakan untuk menghapus mail yang ada di server. Perintah ini hanya bisa digunakan pada tahap TRANSACTION. Argumen [nomor mail] harus diberikan untuk memberitahu server mail yang akan dihapus. Setelah memberi perintah DELE dan diikuti nomor mail yang hendak dihapus, sebenarnya server belum menghapus mail tersebut. Pada saat itu server hanya memberi tanda pada mail tersebut untuk dihapus setelah sesi memasuki tahap UPDATE. Jadi setelah sesi memasuki tahap UPDATE (yaitu setelah perintah QUIT diberikan), barulah server menghapus mail yang sudah diberi tanda tersebut.

Jawaban server :

+OK message deleted

-ERR no such message

Contoh :

C: DELE 3

S: +OK message 3 has been deleted

C: DELE 4

S: -ERR message 4 has already been deleted

¨ RSET

Perintah RSET yang merupakan singkatan dari Reset, digunakan untuk membatalkan pemberian tanda pada semua mail yang sudah diberi tanda penghapusan oleh perintah DELE. Perintah ini hanya bisa digunakan pada tahap TRANSACTION dan tidak membutuhkan argumen [nomor mail] karena sekali perintah RSET diberikan maka secara otomatis semua perintah DELE yang pernah diberikan akan dibatalkan.

Jawaban server :

+OK

Contoh

C: RSET

S: +OK maildrop has 5 messages (1200 octets)

¨ NOOP

Perintah NOOP yang merupakan singkatan dari No Operation, digunakan untuk memberitahu server bahwa client tidak akan melakukan sesuatu.. Perintah ini hanya dapat digunankan pada tahap TRANSACTION dan tidak memerlukan argumen. Server selalu memberi jawaban positif bila diberikan perintah ini.

Jawaban server :

+OK

Contoh :

C: NOOP

S: +OK

Tahap UPDATE

Ketika client memberikan perintah QUIT dari tahap TRANSACTION, sesi hubungan POP3 memasuki tahap UPDATE. Seperti telah di bahas sebelumnya, perbedaan perintah QUIT yang diberikan pada tahap AUTHORIZATION dan pada tahap UPDATE adalah jika pada tahap UPDATE perintah QUIT akan mengakhiri hubungan dengan melalui tahap UPDATE, sedangkan jika diberikan pada tahap AUTHORIZATION perintah ini juga akan mengakhiri hubungan tapi tidak melalui tahap UPDATE. Jika hubugan diakhiri dengan selain perintah QUIT, maka hubungan POP3 tersebut tidak akan melalui tahap UPDATE yang berarti tidak akan menghapus mail jika ada mail yang sudah diberi tanda penghapusan pada tahap TRANSACTION. Pada tahap ini hanya ada satu perintah yang dapat digunakan yaitu perintah QUIT :

¨ QUIT

Perintah ini digunakan untuk mengakhiri sesi hubungan dengan POP3 server. Setelah diberikan perintah QUIT pada tahap ini, server akan menghapus semua mail yang sudah diberi tanda penghapusan dari maildrop. Kemudian server akan melepaskan penguncian akses khusus ke maildrop tersebut dan memberitahukan status pada operasi ini. Setelah itu barulah hubungan TCP ditutup.

Jawaban server :

+OK

Contoh :

C: QUIT

S: +OK POP server students.itb.ac.id signing off

Perintah Tambahan POP3

Perintah-perintah POP3 yang dibahas diatas merupakan perintah-perintah dasar yang dilayani oleh semua POP3 server dengan implementasi minimal. Selain perintah diatas masih ada lagi beberapa perintah tambahan yang mengizinkan sebuah POP3 client untuk lebih bebas dalam penanganan mail miliknya pada saat berhubungan dengan POP3 server. Perintah tambahan tersebut antara lain adalah APOP, TOP dan UIDL.

¨ APOP [nama_user digest]

Biasanya, setiap sesi hubungan POP3 dimulai dengan perintah USER dan PASS. Cara ini menyebabkan password milik user dikirim secara transparan dalam jaringan komputer. Untuk user yang jarang menggunakan POP3 mungkin ini tidak terlalu berisiko. Akan tetapi untuk user yang secara reguler menggunakan POP3 untuk mengambil mail baru, hal ini akan memperbesar risiko penyadapan password. Untuk mengatasi masalah ini dapat digunakan metoda alternatif dengan memakai perintah APOP. Perintah ini hanya dapat digunakan pada tahap AUTHORIZATION. Perintah APOP menyediakan perlindungan untuk kedua pihak baik client yang melakukan proses pembuktian identitas maupun server yang menjawab proses pembuktian tersebut.

POP3 server yang mengimplementasikan perintah APOP akan menyediakan penunjuk waktu (time stamp) pada greeting (kata pembuka)pembukaan sesi hubungan dengannya. Penunjuk waktu server menyesuaikan sintaksisnya pada ‘msg-id’ [pada RFC 822], dan harus berbeda setiap kali POP3 server memberikan greeting. Sebagai contoh, sintaksis dari penunjuk waktu pada sebuah POP server :

process-ID.clock@hostname

dimana ‘process-ID’ adalah nilai desimal dari PID milik proses tersebut, ‘clock’ adalah nilai desimal dari sistem clock, dan ‘hostname’ adalah nama host lengkap dengan domainnya tempat dimana server POP3 dijalankan.

Client POP3 mencatat penunjukan waktu tersebut, dan kemudian memberikan perintah APOP. Argumen ‘nama_user’ mempunyai semantik yang identik dengan argumen ‘nama_user’ pada perintah USER. Argumen ‘digest’ didapat dengan menerapkan algoritma MD5 (RFC 1321) pada penunjuk waktu (termasuk tanda kurung siku) dan diikuti dengan shared secret. Shared secret ini adalah suatu kelompok karakter yang sifatnya rahasia dan hanya diketahui oleh client dan server POP3 miliknya. Perhatian yang lebih harus diberikan untuk mencegah penyadapan rahasia tersebut, karena dengan mengetahui informasi rahasia itu akan membolehkan siapa saja yang menyamar dengan nama_user milik kita untuk masuk ke dalam server.

Ketika menerima perintah APOP, POP3 server akan menguji digest yang diberikan. Jika digest tersebut benar, server akan memberikan jawaban positif, dan sesi hubungan POP3 memasuki tahap TRANSACTION. Sebaliknya, jika digest yang diberikan salah maka server akan memberikan jawaban negatif dan sesi hubungan tetap pada tahap AUTHORIZATION. Perlu diingat bahwa jumlah karakter shared secret sebaiknya banyak, sehingga akan menyulitkan upaya penyadapannya (sebaiknya lebih dari 8 karakter).

Jawaban server :

+OK maildrop locked and ready

-ERR permission denied

Contoh :

S: +OK QPOP (version 2.53) at students.itb.ac.id starting. <1896.697170952@students.itb.ac.id>

C: APOP wandi c4c9334bac560ecc979e58001b3e22fb

S: +OK maildrop has 5 message (1200 octets)

Pada contoh ini, shared secret adalah ‘tanstaaf. Jadi, algoritma MD5 diterapkan pada string :

<1896.697170952@students.itb.ac.id>tanstaaf

sehingga menghasilkan nilai digest :

c4c9334bac560ecc979e58001b3e22fb

¨ TOP [nomor_mail jumlah_baris]

Perintah TOP digunakan untuk menampilkan isi mail sesuai dengan jumlah baris yang diminta. Perintah ini hanya boleh digunakan pada tahap TRANSACTION. Argumen [nomor_mail] diperlukan untuk memberitahu server mail yang harus di tampilkan, demikian juga dengan argumen [jumlah_baris]. Jika nomor_mail yang ditulis tidak ada atau sudah dihapus, maka server akan memberikan jawaban negatif. Nilai yang diberikan pada jumlah_baris akan memberitahu server berapa baris teratas dari isi mail yang akan ditampilkan.

Jika sebuah POP3 server memberikan jawaban positif, maka kemudian akan dilanjutkan dengan baris-baris jawaban selanjutnya. Setelah +OK, server akan mengirimkan header mail, baris kosong untuk memisahkan dengan isi mail, dan kemudian sejumlah baris isi mail sesuai dengan jumlah yang diminta. Jika jumlah baris yang diminta oleh client melebihi jumlah baris yang ada di mail, maka POP3 server akan mengirimkan seluruh isi mail. Sedangkan jika diisi dengan bilangan negatif, maka server akan menganggap sama dengan nol (artinya tidak ada isi mail yang dikirimkan, yang dikirm hanya header-nya saja).

Jawaban server :

+OK

-ERR no such messsage or message has already been deleted

Contoh :

C: TOP 2 5

S: +OK 190 octets

S: { server akan mengirimkan header mail, baris kosong dan 5 baris pertama dari isi mail}

S: .

¨ UIDL [nomor_mail]

Perintah UIDL digunakan untuk menampilkan informasi tentang mail yang ada di server. Informasi tentang sebuah mail akan ditampilkan dalam satu baris informasi yang biasa disebut unique-id listing (daftar identitas yang unik, yang berbeda antara mail yang satu dengan yang lain). Perintah ini hanya dapat diberikan pada tahap TRANSACTTION. Argumen [nomor mail] tidak harus dituliskan. Jika memakai argumen ini maka server hanya akan memberikan informasi tentang mail yang dimaksud saja, sedangkan bila tidak menambahkan argumen maka semua informasi mail milik user tersebut akan ditampilkan. Mail yang sudah diberi tanda penghapusan dengan perintah DELE tidak akan ditampilkan informasinya oleh perintah UIDL ini.

Untuk memudahkan penguraian informasi mail, semua server POP3 perlu menggunakan format tertentu untuk unique-id listing. Sebuah unique-id listing terdiri dari nomor mail, diikuti oleh spasi dan unique-id dari mail tersebut. Unique-id ini secara unik mengidentifikasi sebuah mail dalam maildrop dan berlangsung selama sesi hubungan.

Jawaban server :

+OK {diikuti_nomor-mail_dan_ unique-id}

-ERR no such messsage

Contoh:

C: UIDL

S: +OK uidl command accepted

S: 1 5bbcfb6250ce3d1a9f61a81ec05fe0f9

S: 2 8541822a98e890b88d8299d034993f61

S: .

C: uidl 1

S: +OK 1 5bbcfb6250ce3d1a9f61a81ec05fe0f9

Referensi

§ Myers, J., “Post Office Protocol – Version 3”, RFC 1725, Carnegie Mellon, November 1994.

§ Postel, J., “Simple Mail Transfer Protocol”, STD 10, RFC 821, USC/Information Sciences Institute, August 1982.

§ Crocker, D., “Standard for the Format of ARPA-Internet Text Messages”, STD 11, RFC 822, University of Delaware, August 1982.

§ Rivest, R. “The MD5 Message-Digest Algorithm”, RFC 1321, MIT Laboratory for Computer Science,

April, 1992.



Penerepan Wimax
April 6, 2008, 6:07 am
Filed under: jarkom

Berdasarkan pembagian segmen penggunaan teknologi wireless, WiMAX memang ditujukan untuk penggunaan di segmen Metropolitan Area Networks (MAN). MAN biasanya terdiri dari kumpulan LAN, dan meliputi area dalam radius 50 km. Dari segi segmen penggunaan jelas WiMax ditujukan untuk segmen yang sama dengan teknologi kabel tembaga (contohnya DSL).

Masalah yang sering terjadi pada penggunaan teknologi DSL dalam menyediakan akses broadband ke pengguna biasanya sering disebut sebagai “last-mile problems“, atau masalah rentang jarak terakhir antara rumah atau kantor pengguna dan jaringan penyedia layanan broadband. Yang termasuk masalah last-mile bagi pengguna adalah rendahnya laju data broadband akibat terbaginya bandwidth ke banyak pengguna di jaringan.

Rendahnya laju data juga dapat disebabkan oleh jauhnya jarak antara lokasi pengguna dengan sentra koneksi penyedia layanan. Masalah last-mile ini juga dapat merugikan penyedia layanan karena potensi untuk memperluas cakupan pelanggan terkadang mendapat kendala belum terpasangnya infrastruktur fisik ke lokasi calon pelanggan.

Masalah-masalah last-mile itulah yang coba ditanggulangi dengan kehadiran teknologi WiMax yang nirkabel. WiMax, dikenal dengan standar 802.16, dapat melakukan transfer data dengan kecepatan sekitar 70MBps dalam radius jarak sekitar 30 – 50 km untuk menyediakan akses broadband bagi ribuan pelanggan dari sebuah base station.

Infrastruktur wiMax yang tidak tergantung pada infrastruktur kabel yang sudah ada menjadikannya dapat memberikan akses broadband ke daerah-daerah terpencil seperti pedesaan. WiMax menjadi alternatif paling dekat ketersediaannya dibanding harus menunggu perusahaan telekomunikasi memasang teknologi fiber to the home (FTTH) yang mahal.

Instalasi Pra-WiMax Pasca Tsunami Aceh
Contoh paling dekat dari model pemanfaatan WiMax untuk akses tetap adalah infrastruktur yang dibangun untuk menyediakan solusi distribusi akses Internet di Aceh pasca tsunami. Akibat tsunami, praktis sebagian besar infrastruktur kabel telekomunikasi di pantai barat Aceh mengalami kerusakan parah. Padahal, koordinasi bantuan dan operasi pemulihan pasca tsunami sangat memerlukan tersedianya akses Internet dengan kecepatan tinggi. Tidak mungkin dalam waktu singkat bisa dilakukan investasi ulang dengan menggelar kabel baru untuk mengganti yang rusak.

Solusi yang paling mungkin adalah menggunakan infrastruktur nirkabel. Untuk nirkabel, teknologi yang umum digunakan adalah jaringan WiFi yang beroperasi pada frekuensi 2,4GHz. Untuk kasus Aceh, solusi menggunakan WiFi dirasakan kurang memenuhi kebutuhan karena jangkauannya yang sangat terbatas, dan besarnya arus data yang bisa dilewatkan.

Untuk instalasi dengan karakteristik daerah seluas pantai barat Aceh mungkin kinerja maksimal yang dapat dihasilkan hanya sekitar 10 MBps, itu pun harus dengan instalasi bertopologi mesh network (jaring). Untuk dapat menangani kebutuhan kota Banda Aceh kemudian dikembangkan ke kota-kota seperti Meulaboh dan Calang, diperlukan solusi yang lebih stabil dan memiliki bandwidth lebih besar.

Intel Corporation sebagai salah satu donatur proyek Aceh Telco Relief memilih untuk menyediakan solusi perangkat Wireless Broadband Access(WBA) BreezeACCESS VL produksi Alvarion. Perangkat ini bekerja pada frekuensi 5,25 – 5,35 GHz dan 5,725 – 5,850 GHz. Semua frekuensi dianggap ideal karena bebas dari interferensi perangkat 2,4GHz. Solusi tersebut dikategorikan sebagai pra-WiMax karena sudah mengimplementasikan standar 802.16 tetapi masih belum disertifikasi sebagai perangkat WiMax.

Sebagai perangkat Pra-WiMax, WBA juga mendukung akses Internet. Dengan sifatnya yang bisa mengatasi halangan (non-line of sight), base station perangkat ini bisa terletak di luar jangkauan pandangan pengguna akses, atau bisa dipasang di mana pun tanpa harus takut akan terganggu oleh bangunan atau pepohonan.

Perangkat BreezeACCESS menggunakan teknologi OFDM, memiliki bandwidth sekitar 27MBps, dan mampu menjangkau jarak sekitar 15 kilometer. Dengan kemampuannya ini, distribusi akses Internet ke seluruh kota banda Aceh dapat dicukupi dengan membangun tiga atau empat base station, sedangkan untuk kota lain seperti Meulaboh dan Calang dibutuhkan hanya satu base station.

Semua base station terhubung langsung dengan titik terminasi jaringan kabel serat optik bawah laut di pantai Banda Aceh yang telah dibangun oleh Global Marine Systems Limited (GMSL) asal Inggris. Setiap base station menggunakan interbase backhaul yang redundant sehingga jika pada salah satu jalur koneksi terjadi kerusakan, koneksi tidak akan terputus karena base station itu masih dapat bekerja menggunakan jalur cadangan. Di setiap base station akan dipasang perangkat router yang berfungsi sebagai pengatur bandwidth sekaligus firewall. Pengaturan routing menggunakan Border Gateway Protocol (BGP) sehingga proses routing dapat berlangsung secara dinamis dan otomatis.

Selain base station, Intel juga menyiapkan 50 unit CPE (Client Premises Unit, unit yang dipasang di tempat klien) yang akan dipasang di lokasi-lokasi penting, seperti gedung pemerintahan, sekolah, kantor LSM, dan kampus perguruan tinggi. Setiap CPE rata-rata akan menikmati bandwidth lebih dari 2MBps. Setiap CPE kemudian mendistribusikan bandwidth melalui jaringan Ethernet ke sejumlah komputer di setiap lokasi. Untuk akses nirkabel setiap CPE juga dilengkapi dengan sebuah access point, sehingga pengguna dapat mengakses Internet secara nirkabel dari perangkat seperi laptop atau PDA. Terlihat bahwa untuk kasus Aceh, perangkat Wi-Fi tetap digunakan sebagai penunjang dari implementasi teknologi WiMax.

Instalasi dan pemeliharaan dari sistem Pra-WiMax tersebut dilakukan dengan kerjasama dari Yayasan Airputih, yang tim teknisnya aktif membantu pemulihan infrastruktur telekomunikasi data dan telah berada di Aceh sejak tanggal 30 Desember 2004. Tim teknis yang terdiri dari para relawan berkeahlian tinggi ini sampai kini masih berada di Banda Aceh dan beberapa kota di pesisir barat Aceh. Selama satu tahun, Yayasan Airputih akan mengoperasikan dan memelihara jaringan nirkabel ini, sebelum akhirnya menyerahterimakannya kepada masyarakat lokal Aceh yang nantinya juga akan dibekali kemampuan teknis.

WiMax untuk Perangkat Mobile
Standar IEEE 802.16e adalah sebuah amandemen dari spesifikasi dasar IEEE 802.16, dan membidik pasar mobile dengan menambahkan portabilitas dan kemampuan bagi perangkat mobile dengan adapater 802.16e untuk terhubung langsung dengan jaringan WiMax. Standar IEEE 802.16e masih dalam tahap penyusunan, dan diharapkan proses penyelesaiannya dapat berakhir tahun 2006.

Salah satu perkembangan terbaru terkait dengan WiMax mobile adalah kesepakatan yang dicapai oleh Intel dan Nokia pada bulan Juni lalu untuk bekerjasama mendukung pengembangan teknologi WiMax mobile, dan akan saling mendukung agar standarisasi teknologi tersebut dapat segera dirilis.

Dalam butir-butir kesepakatan tersebut, Intel dan Nokia yang sama-sama tergabung dalam WiMax Forum akan bekerjasama dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan pengembangan perangkat klien mobile Wimax dan infrastruktur jaringan, serta mempromosikan teknologi tersebut di antara operator dan penyedia layanan. Nokia dan Intel mengusung Wimax mobile sebagai teknologi yang dapat digunakan pada layanan data yang melengkapi jaringan 3G yang sudah ada.

Walaupun banyak yang memprediksi bahwa WiMax akan menggerogoti pasar 3G (hasil riset TelecomViews bahwa pada tahun 2009 menyebutkan lebih dari 40% pasar broadband nirkabel akan dikuasai oleh WiMax), 3G tidak akan hilang dan kemungkinan besar kedua teknologi tersebut akan hidup secara berdampingan. 3G sudah lebih mapan dibanding WiMax, dan sudah banyak dipasang oleh berbagai negara. Selain itu 3G juga memiliki kelebihan dalam menyediakan mobilitas dalam daerah cakupan yang lebih luas. Teknologi 3G juga tidak stagnan, dan terus berkembang. Tahun ini base station 3G akan diupgrade agar mendukung High Speed Dowlink Packet Access(HSDPA) yang akan menjadi feature standar bagi ponsel 3G mulai tahun 2006.

Sementara itu, WiMax memiliki masa depan cerah karena dilihat menawarkan kesempatan bagi operator telekomunikasi alternatif untuk menawarkan layanan broadband dengan harga bersaing untuk pelanggan di daerah metropolitan, dan juga untuk pelanggan di daerah pedesaan atau kota kecil dengan infrastruktur terbatas. Kombinasi dengan teknologi lain seperti VoIP juga dapat menjadi peluang bisnis baru.

Yang jelas di masa depan tidak ada vendor nirkabel atau penyedia layanan yang akan mengikat dirinya pada satu jenis teknologi broadband, atau satu platform jaringan. Yang memegang kendali adalah konsumen. Bagi konsumen yang penting adalah bagaimana kebutuhan (berkomunikasi lewat telepon, membaca e-mail, download content, video streaming) dapat dipenuhi. Pertanyaan tentang “bagaimana” kebutuhan itu akan bisa dipenuhi tidak akan menjadi batasan.

Aral Melintang bagi WiMax
Kendala utama yang menghadang implementasi teknologi WiMax tidak lain adalah masalah kebijakan dan regulasi pemerintah untuk regulasi nirkabel. Rasanya masih belum hilang dari ingatan kita ulasan tentang kisruhnya pengaturan hak lisensi 3G. Kemungkinan keuntungan yang menggiurkan dari penguasaan frekuensi nirkabel boleh jadi akan membuat banyak pihak berebut, dan akhirnya merugikan pengguna yang harus membayar mahal untuk dapat menikmati layanan broadband.

Implementasi teknologi Pre-WiMax di Aceh contohnya, sempat dikuatirkan terhambat oleh masalah yang terkait dengan regulasi. Berdasarkan peraturan pemerintah, penggunaan perangkat WBA yang bekerja di frekuensi 5GHz membutuhkan izin frekuensi yang hanya bisa didapatkan oleh operator telekomunikasi. Pengguna juga dikenai biaya hak penggunaan (BHP) frekuensi yang harus dibayarkan per tahun. Selain itu, bea masuk perangkat dan bea impor lain bisa mencapai 30% dari harga perangkat. Perlu dipikirkan penerapan suatu strategi pengaturan frekuensi nirkabel yang mengedepankan paradigma kepentingan publik sehingga akses broadband menjadi sesuatu yang dapat dinikmati oleh sebanyak-banyaknya masyarakat.

Selain masalah regulasi, WiMax juga mungkin akan butuh waktu sedikit lama sebelum dapat digunakan secara luas oleh masyarakat. Saat ini harga perangkat-perangkat WiMax masih sangat mahal karena masih diproduksi secara terbatas. Selain itu, perangkat-perangkat berteknologi WiMax yang sekarang sudah ada di pasaran juga belum melewati proses sertifikasi dari WiMax Forum sehingga belum dijamin kinerja maupun kompabilitasnya satu sama lain.